Welcome to The Dreamland : Where The Sleep Becomes New Realm
Aku hidup di siang dan malamku. Nafasku belum pernah berhenti, dan gelombang di kepalaku pun tetap bekerja. Aku tidur bukan sekedar rutinitas. Sekitar 6 jam tiap malam, ditambah waktu acak yang melelapkanku di siang bolong. Aku tidur bukan karena malas. Hanya saja, terasa berat untuk menolah suatu godaan yang merayuku ikut hanyut jua. Ah, tidurku penuh mimpi. Kisah fantastis yang selalu kuimpikan mewujud menjadi narasi indah yang menarikmu jua kedalam alam fantasi tak berbatas. Tidakkah kau mengalaminya juga? Semalaman tidur membuatku terbangun dengan kepingan memori pada puluhan mimpiku. Riset bilang jumlah mimpinya jauh lebih banyak. Yang kutau, jarang sekali aku menangkap kepingan utuh sebuah mimpi. Aku hanya mendapat tak lebih dari beberapa kepingan cerita tiap tidurku. Namun, selalu ada mimpi seru untuk diceritakan. Kesadaranku penuh dengan angan dan bayang-bayang. Aku melahap segala macam pengetahuan ke dalam tempurung kecil yang menjadi puncak ...